Cahaya, astronomi dan otomatisasi pekerjaan di masa depan.

Weekend kemarin nonton film Iqra sama keluarga. Film keren. Mendidik buat anak-anak tapi nggak membosankan buat ditonton orang dewasa. Singkat cerita recommended lah untuk jadi tontonan seluruh keluarga.

Anyway, saya nggak pingin ngebahas film-nya disini, cuma hikmah film itu ngingetin saya sama dua momen lainnya yang kebeneran kok berhubungan. Yang satu tentang project saya 16 tahun yang lalu waktu kerja di KPN Research, Belanda. Yang satu lagi tentang otomatisasi pekerjaan di masa depan yang lagi heboh dibahas para analis dan praktisi SDM.

Dan ada satu hal yang jadi penghubung ketiga topik yang seperti nggak terkait itu : Cahaya šŸ™‚

Continue reading

Benang merah perusahaan yang kolaps

Kalo orang ditanya Jim Collins, sebagian besar orang pasti ngaitkan dia dengan ‘Good to Great’. Nggak banyak orang tahu bahwa hasil research ‘Good to Great’ terkenalnya itu sebenernya niat utamanya untuk nulis buku ‘Built to Last’. ‘Good to Great’ itu sebenernya produk sampingan yang baru kepikir belakangan aja sama Collins dan teamnya, tapi memang Collins menganggap kesimpulannya lebih nendang. Tapi ternyata buat saya, kesimpulan yang paling menggelitik itu justru ada di buku ketiganya ‘How the Mighty Fall’, lagi-lagi ini juga sebenernya hasil sampingan dari research yang sama.

Continue reading

Google pun punya masalah dengan inovasi : cerita di balik Pokemon Go

Kadang saya suka mikir, perusahaan yang punya masalah terkait inovasi itu cuma perusahaan besar yang umurnya udah berpuluh atau bahkan beratus tahun. Perusahaan canggih masa sekarang semodel Google gitu selalu jadi contoh bagaimana berinovasi yang baik dan benar. Dan saya pikir harusnya mereka nggak ada masalah sama inovasi. Mereka itu gudangnya inovasi dong… Ternyata saya salah…:)

Continue reading

Ancaman kematian untuk Uber, Gojek dan sharing-economy business lainnya

Saat ini rasanya berbagai macam masalah sehari-hari bisa banyak disolusi dengan cara yang revolusioner oleh pendatang baru penyedia platform sharing-economy seperti AirBnB, Uber, GoJek dan teman-temannya. Tapi apa iya mereka dengan modal platform tanpa aset begitu adalah kekuatan spesial yang membuat mereka jadi tidak bisa ditandingi penyedia layanan serupa ? Ternyata oh ternyata bagaimanapun nggak punya aset itu bisa jadi akar masalah juga.

Continue reading

Lari yang bener itu nggak pakai kaki.

Saya nggak suka lari dan nggak bakat lari. That was the fact. Sejak kecil saya lebih suka renang. Sampai 3 tahun yang lalu waktu saya tugas di Jawa Tengah, saya lebih suka disuruh berenang sekilo daripada disuruh lari sekilo. VO2 max saya juga kayaknya biasa aja, sampai sekarang saya masih belajar dan mencari cara supaya kalo pace lari agak cepat sedikit nggak gampang kehabisan nafas. Saya tahu persis ada beberapa teman saya yang dikaruniai Allah paru-paru super dan nggak punya masalah besar sama urusan ngatur nafas pas lari walaupun mereka nggak rutin lari.

Continue reading

Inovasi (reality bites..)

Ada banyak orang masih membayangkan bahwa inovasi itu terkait penemuan orang-orang jenius semacam Archimedes yang dapat ide waktu lagi di bak mandi terus teriak-teriak ‘Eureka’ sambil lari telanjang keliling kota atau seperti Newton yang menemukan prinsip gravitasi waktu ketimpa buah apel.

Masalahnya… sejenius-jeniusnya seseorang, jaman sekarang itu jaman kolaborasi. Nggak cukup menemukan sesuatu dari satu otak jenius orang terus dijamin bahwa penemuan itu bisa jadi sesuatu yang bermanfaat dan dipake orang banyak.

Continue reading

Kerendahan hati CEO tersukses

Kalo saya disuruh milih buku favorit di antara mungkin ratusan buku setipe yang udah pernah dibaca, jawaban saya masih sama : Winning-nya Jack Welch. Tadinya saya pikir lebih karena masalah cara nulis dan istri merangkap editornya yang jago aja. Tapi belakangan saya baru sadar, buat saya tulisan yang paling menginspirasi itu adalah tulisan para mantan CEO top..

Continue reading

Mau sukses kayak Wal-Mart ? Meeting rutin lah setiap Sabtu jam 6 pagi !

Saya sering ngebayangin kunci sukses perusahaan-perusahaan ngetop itu kayak lagi nonton film Hollywood : ada satu superhero yang melakukan hal yang super dahsyat untuk membuat sebuah perubahan besar. Pada kenyataannya setelah membaca sana-sini, rata-rata kunci sukses perusahaan-perusahaan ngetop itu lebih karena mereka melakukan satu hal yang sebenernya nggak aneh-aneh banget, tapi sukses jadi pembeda dan dilakukan dengan konsisten. Lebih lucunya lagi rata-rata mereka nggak nyadar bahwa hal itu jadi kunci sukses di masa depan. Kalo ditanya lebih lanjut, mereka nyebut anugerah Yang Maha Kuasa atau keberuntungan atau sebangsa itulah.

Continue reading