Automation dan AI akan membunuh lapangan kerja di masa depan ?

Lagi banyak diskusi tentang apa akibat perkembangan teknologi terkait Automation dan Artificial Intelligence dengan masa depan manusia. Banyak yang ketakutan lapangan kerja akan diambil alih robot-robot. Bahkan kekhawatiran kiamat akibat SkyNet-nya film Terminator akan jadi kenyataan. Iya kah ?

Di awal revolusi industri sekitar abad 18, banyak pihak yang skeptis tentang pengaruh baik dari Revolusi Industri. Yang udah jelas di depan mata semua orang saat itu adalah hancurnya industri (incumbent) pertanian dan kekhawatiran akan banyak orang yang bakal kehilangan pekerjaan dari kerjaan bercocok tanam dan yang terkait dengannya. Pekerjaan yang udah berabad-abad lamanya dianggap jadi mata pencaharian utama.

Di tahun 1894, terjadi keresahan besar di kota-kota utama dunia saat itu seperti London dan New York. Di kota pusat ekonomi yang sangat dinamis itu, kebutuhan transportasi jadi sangat krusial. Moda transportasi utama saat itu nggak lain nggak bukan ya kuda. Di London aja ada sekitar 50.000 kuda saat itu. Masalahnya ? Kuda itu udah mah lambat, makanannya juga mirip makanan orang, walhasil membebani target produksi pertanian. Belum lagi masalah utama kuda : kotorannya. Tiap kuda menghasilkan sekitar 7-10 kg kotoran setiap hari. Kebayang nggak baunya, suasananya waktu hujan, lalatnya, penyakit yang dibawanya, mbersihinnya dll. Disaster. Para ahli saat itu memprediksi kalo kondisi itu berlangsung terus, di tahun 1930 kota London akan jadi kota yang nggak layak ditinggali karena diperkirakan rata-rata permukaan kota London akan tertimbun kotoran kuda setinggi 1 meter. Yaiks.

Cuma akhirnya kita tahu bagaimana lanjutan happy ending dari kedua cerita di atas.  Sejarah membuktikan bahwa ternyata Revolusi Industri membuat manusia bisa berinovasi ke level yang nggak pernah kepikir sebelumnya. Manusia jadi bisa buat mobil, jalan beraspal, kereta api, pesawat, pabrik-pabrik yang efisien dan hal-hal lain yang mungkin kita anggap biasa aja saat ini. Kualitas kehidupan manusia secara revolusioner telah dibawa ke level yang belum pernah ada sebelumnya, dan tidak akan pernah terjadi kalau revolusi industri tidak pernah terjadi. Kalau golongan yang skeptis menang debat saat itu, mobil bisa jadi tidak akan pernah jadi salah satu hasil inovasi terpenting yang dikenal manusia, bisa menggantikan kuda sebagai solusi transportasi yang jauh lebih efektif dan efisien.

Nah balik lagi ke cerita paragraf pertama di atas. Pas tulisan ini ditulis sedang rame banyak pengumuman bahwa mulai Oktober 2017 semua gerbang tol hanya akan menerima pembayaran elektronik. Anak saya Zahra aja barusan langsung nanya, ‘Nah gimana nasib pekerja gerbang tol dong, ayah ?’. Ini baru kasus jalan tol, kebayang juga dong keresahan yang sedang terjadi di banyak pabrik-pabrik saat ini. Manusiawi banget sih pertanyaan dan keresahan itu.

Anyway, beberapa bulan lalu saya nemu artikel yang ditulis Quartz ini mengangkat sisi yang sangat menarik tentang bagaimana sebenarnya Automation dan AI itu justru akan meningkatkan kualitas hidup kita. Di artikel itu diceritakan mesin memang sangat bagus untuk melakukan pekerjaan yang repetitif atau butuh presisi tinggi. Mesin akan bagus banget untuk mengerjakan sesuatu yang sudah jelas ada contoh, ada historis dan ada analisisnya. Memang iya sih, kayaknya semua pekerjaan yang repetitif dan bisa dideskripsikan dengan jelas itu bakal bisa digantikan robot dan mesin-mesin automasi, tapi artikel itu mengingatkan kita bahwa mesin itu sebenernya nggak pintar-pintar amat kok. Sampai kapanpun, mesin tidak akan bisa menggantikan manusia untuk hal-hal yang berhubungan dengan inovasi, kreativitas, intuisi atau disuruh mikir untuk menemukan hal-hal baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Mana bisa mesin dan komputer secanggih apapun disuruh memikirkan solusi mobil di saat semua alat transportasi yang ada cuma kuda ? Mana bisa mesin disuruh inisiatif mikir cara kerja alat bayar elektronik kalo satu-satunya alat bayar yang dikenal cuma uang ? Mana bisa mesin mengerjakan solusi baru buat nyenengin customer kita padahal solusi itu belum pernah ada yang ngerjakan sebelumnya, apalagi kalo disuruh menyesuaikan solusi sama karakter orang ?

Artikel itu mengangkat berbagai contoh faktual seperti bagaimana seorang sales bisa jadi sangat efisien dengan bantuan otomatisasi. Si penulis jadi bisa lebih efisien kerja karena dia nggak perlu lagi mengerjakan hal-hal yang selama ini menghabiskan waktu dia secara nggak perlu, seperti mengidentifikasi profil pelanggan, membuat jadwal dsb. Kerjaan yang nggak inti tapi bisa sangat menghabiskan waktu. Dengan mengeliminir pekerjaan yang bisa diotomasi, orang sales seperti si penulis jadi  bisa lebih fokus berkreasi dan memikirkan ide-ide baru untuk memberi solusi dalam menyelesaikan masalah klien-nya.

Mesin dan komputer mungkin bisa membantu kita mempermudah mencari dan menganalisis data yang relevan. Mesin mungkin bisa mempercepat pekerjaan kita. Mesin dan komputer mungkin bisa memberikan alternatif solusi dari data-data historis dengan cepat dan akurat. Tapi bagaimanapun kitalah yang lebih punya kreativitas dan intuisi. Kita lah yang punya nurani dan bisa memahami manusia secara manusia. Mesin nggak bisa.

Intinya sih pergulatan setiap ada inovasi baru selalu memancing pro-kontra.  Debat terkait kekhawatiran fungsi orang jadi hilang setiap ada inovasi baru juga udah ada sejak berabad-abad yang lalu, mungkin malah sudah ada sejak manusia ada  😄 Tapi intinya sih menurut saya nggak perlu pesimis atau paranoid. Seperti yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh sejarah, ini tanda-tanda positif aja bahwa ke depannya manusia akan memasuki era kemudahan baru yang membuat kita bisa lebih produktif. Tinggal milih aja, kita mau masuk kelompok yang produktif dan berperan positif buat masa depan peradaban manusia atau enggan berubah dan cuma tercatat sebagai korban sejarah ?

#bePositive #beInnovative

Ditulis di Bandung.

Andi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s