Work Life Balance : limiting work or increase quality of life ?

Kalo bicara tentang pesan yang mengangkat tema work-life balance, kayaknya seringnya di antara anjuran berolahraga atau bagaimana harus membatasi waktu kerja : Jam 5 teng pulang..jangan kerja pas weekend dan sebangsa itu. Is it ?

Yang bagian berolahraga saya setuju, tapi rasanya something doesn’t feel right di bagian yang jam teng-teng-an itu. Apa kalo kita melakukan itu terus kita merasa hidup kita jadi seimbang ? Bisa iya bisa enggak sih ya..tapi yang jelas temen-temen sama boss kantor udah jelas cemberut karena kerjaan yang nggak beres pasti jadi pindah ke mereka. Balance-nya di mana kalo gitu ? Hahaha…:D

Itu baru ngomongin case pegawai..lha kalo startup gimana ? Waktunya kan lebih nggak bisa diprediksi lagi. Konsep teng-teng-an itu semakin nggak realistis. Saya terinspirasi tulisan Kathryn Minshew ini. Saya penasaran sama gimana caranya entrepreneur sukses membagi waktu, tapi artikel ini menginspirasi saya lebih dari itu.

Dari artikel itu saya jadi paham..Work-Life Balance jaman sekarang udah bukan masalah fisik. Teknologi udah banyak menjembatani keterbatasan bertemu fisik. Pada akhirnya yang lebih penting adalah masalah ‘hadir’ dan bagaimana kita merasa ‘fulfilled’. Entrepreneur sukses itu hidup 24/7 dengan passion-nya..makanya kenapa kerja mereka gak berasa kerja. Nggak ngerasa terlalu butuh waktu banyak di luar kerjaannya untuk bisa menikmati hidup juga kali ya ๐Ÿ™‚

Pada akhirnya kalo kita bayangkan Work itu ada di ujung atas, Life itu ada di ujung bawah, dan keseimbangan Work-Life balance ada di tengah-tengah… Pertanyaannya, untuk bisa ke tengah itu kita bisa dengan cara ‘membatasi’ kerja atau ‘meningkatkan’ kualitas hidup. Baru dari dengernya aja yang kedua udah berasa lebih menarik, kan ?

Pada prakteknya semua orang waktunya terbatas. Di keterbatasan waktu itu lah gimana caranya kita mencari ‘High Quality Me-Time’ yang lebih menentukan keseimbangan Work-Life Balance pada akhirnya.

Dulu saya udah pernah nulis juga di artikel ini : Fakta yang mengherankan dan alasan kenapa justru orang yang sukses dan sibuk malah jarang mengeluh tentang Work-Life Balance, justu malah orang yang nggak perform yang paling banyak mengeluh tentang kesulitan menemukan Work-Life Balance.

Selamat berolahraga, berprestasi kerja setinggi-tingginyaย  dan menemukan sebenar-benarnya balance dari Work-Life Balance ๐Ÿ™‚

#BePositive.

Ditulis di Bandung.

Andi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s