Kerendahan hati CEO tersukses

Kalo saya disuruh milih buku favorit di antara mungkin ratusan buku setipe yang udah pernah dibaca, jawaban saya masih sama : Winning-nya Jack Welch. Tadinya saya pikir lebih karena masalah cara nulis dan istri merangkap editornya yang jago aja. Tapi belakangan saya baru sadar, buat saya tulisan yang paling menginspirasi itu adalah tulisan para mantan CEO top..

Selain bukunya Welch, ada 2 buku serupa lain yang juga nggak kalah menginspirasinya. Yang satu bukunya mantan CEO IBM Lou Gerstner “Who Say Elephant Can’t Dance”. Yang satu lagi bukunya mantan CEO AT&T dan GM, Ed Whitacre, yang “American Turnaround”. Ada satu lagi sebenernya, baru mulai saya baca, “Playing to Win : How Strategy Really Work”-nya A.G. Lafley mantan CEO legendaris P&G.

Senengnya baca buku mantan-mantan CEO ngetop itu memang karena berisi banget. Penuh pengalaman relevan, pelajaran nyata dari kesuksesan dan kegagalan. Somehow, mantan CEO top itu punya kesamaan : senang sharing dan rendah hati. Ditulisnya dalam bahasa yang simple to the point, nggak buat kita harus bolak-balik buka kamus. Karena banyak cerita pengalaman nyata, bukunya nggak mbosenin buat dibaca bolak-balik..bacanya gak usah ngurut..bisa loncat-loncat ke episode favorit kita aja. Sering jadi hiburan kalo lagi bete karena masalah serupa (dalam skala yang jauh beda pastinya 🙂 ). Jadi merasa terhibur karena merasa ada teman senasib, sekelas CEO pula 🙂
Sebenernya topik yang diangkat buku-buku itu juga banyak ditulis sama penulis-penulis yang berprofesi sebagai, generally speaking, konsultan. Kadang topiknya mirip dan menarik juga. Cuma seringkali satu buku yang ditulis konsultan sebenernya intinya bisa diringkas jadi satu bab aja. Atau buku yang ditulis berseri-seri, tapi sebenernya idenya nggak jauh dari satu buku top hits-nya yang pertama aja 🙂 Tulisannya berangkat dari ide bagus yang dihiasi dengan research menarik terus keluarlah hipotesa. Banyak hal menarik memang, tapi biasanya nggak membuat kita tertarik untuk baca bukunya bolak-balik. Atau baru baca beberapa bab aja kita udah nggak tertarik nyelesaikan karena ngerasa poin penting-nya udah ketangkep.

Balik lagi..

Tulisan CEO pasca dia menjabat itu yang paling menginspirasi. CEO bagus atau nggak menurut saya diukur bukan KETIKA dia menjabat tapi SETELAH dia menjabat. Bukti ke-top-an CEO itu ya sesudah dia turun. Orang respect dia memang karena personal value-nya, bukan ‘jubah’ jabatannya. Moment of truth seberapa respect orang-orang sama si (mantan) CEO itu bisa dilihat dari seberapa banyak warisannya, seberapa langgeng perusahaannya atau seberapa sukses anak didiknya.
Jadi CEO itu, ngutip komentar senadanya Jack Welch dan Robby Djohan, belum tentu diukur dari seberapa banyak orang yang suka waktu dia menjabat, namun pada akhirnya yang dikenang adalah warisannya. Kata mereka sih jadi CEO itu pada dasarnya bukan kontes popularitas. Sama kayak orangtua ke anak. Anak boleh bolak balik sebel karena disuruh-suruh atau dilarang-larang sama orangtuanya. Tapi kita semua pasti sepakat : semua kesuksesan kita sekarang sangat diwarnai oleh kasih-sayang, didikan dan tempaan orangtua kita.

Begitulah..

Selamat jadi orang sukses yang rendah hati dan membawa manfaat untuk orang banyak, sehingga akan dikenang lama sesudah kita lengser 🙂

Ditulis di Jakarta, Bandung dan Semarang.

#BePositive
Andi.

Advertisements

2 thoughts on “Kerendahan hati CEO tersukses

  1. Dari kelas di IPMI sudah rendah hati Bro Andi…memang dari dulu sudah bersiap jadi CEO ya 🙂 bentar lagi sepertinya ya Bro.

    Hormat, grak! VP mau lewat…mau pergi ke Old Trfd supaya banner TELKOMSEL ada di MU games. Kan udah sama-sama merah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s