Ke (tidak) akuratan Market Research

Sebelumnya saya pikir Market Research adalah cara terbaik untuk memahami dan mengkuantifikasi keinginan konsumen. Tapi belakangan ada 3 hal yang menantang pemahaman saya, atau mungkin lebih tepatnya, mengoreksi pemahaman saya terhadap ekspektasi saya sama market research selama ini.

Hal pertama dan awalnya yang mbuat saya mikir adalah komentar Steve Jobs yang di quote di biografinya oleh Walter Isaacson. Jobs terkenal sebagai orang yang anti Market Research. Tadinya saya pikir itu simply karena emang dasarnya dia orang arogan, jenius, super persisten, setengah gila yang kebeneran lahir di saat yang tepat untuk bisa sukses luar biasa.
Jobs sangat keukeuh dengan pendapatnya bahwa konsumen itu pada dasarnya nggak ngerti apa yang mereka butuhkan. Kita-lah sebagai produsen yang harus punya visi dan pemahaman untuk ngasih tau dan memberi solusi : ini lho saya punya produk buat solusi kebutuhanmu..
Dan simsalabim..datanglah MacBook, iPod, iPhone dan iPad ke tangan konsumen-konsumen di seluruh penjuru dunia. Over priced, tapi who cares ? People still buy them at the end.
Emang bener juga.. Apple memberi solusi yang sangat user-friendly untuk membuat orang rela membayar lebih untuk solusi yang tadinya hanya ada in their wildest dream.

Orang-orang yang saingan atau nggak suka sama Jobs dan Apple pun, seperti Bill Gates dan geng Google paling komentar dalam hatinya : ‘sialan..tapi bener juga dia..’
Dan voila ! Apple menginspirasi (baca : dicontek-contek) solusi-solusi user-friendly, customer-oriented -nya yang sedikit banyak mengubah peradaban dunia..

OK..balik lagi ke urusan Market Research.
Dalam salah satu interview legendaris dengan Steve Jobs, ada wartawan nanya kenapa Jobs segitu antinya sama Market Research..
Jawaban dia ringan aja : ‘elo pikir Alexander Graham Bell buat Market Research dulu waktu nyiptain telepon ?
Bener juga.. Gara-gara komentar itu saya langsung jadi inget Thomas Alfa Edison, Orville&Wilbur Wright, Einstein dan Newton.. Gak ada yang pake Market Research, ya ?

Nah, ternyata belakangan saya baru tahu kalo pendapat arogan, setengah gila-nya Jobs tentang Market Research ada pendukung yang logis dan ilmiah di belakangnya. And here comes hal kedua dan ketiga..

Hal yang kedua adalah ternyata ada sekelompok orang yang dimotori Martin Lindstrom yang mendalami satu cabang ilmu marketing yang dikenal sebagai Neuro Marketing. Coba baca bukunya yang lagi ngetop : Buy-ology.
Intinya kelompok ini menyimpulkan bahwa Market Research itu kurang efektif, karena apa yang ada di kepala orang itu pada kenyataannya beda dengan apa yang dia tulis atau dia jawab waktu disurvey.
Menurut penelitian dan pendapat mereka, untuk bisa benar-benar memahami apa yang dimaui sesungguhnya dari orang-orang, para marketer harus mundur selangkah. Bukan menarik kesimpulan dari apa yang ditulis ketika ditanya, tapi ‘masuk’ ke pikiran orang itu even sebelum ditanya.
Contoh seru riset grup ini yang ada di Buy-ology adalah mereka membuktikan bahwa masang gambar-gambar penyakit serem di kemasan rokok itu bukannya membuat orang berhenti merokok, tapi malah menstimulasi orang untuk merokok lebih banyak 😉

Hal ketiga adalah pendapat beberapa pakar Strategic Marketing, salah satunya adalah Prof Malcolm McDonald. Dia bilang kalo Market Research itu nggak pernah efektif sebelum kita tahu persis segmen yang mau kita riset. Atau dengan kata lain, Market Research nggak bisa jadi tools akurat untuk ditaro di depan banget buat menentukan segmen pasar. McDonalds berpendapat bahwa nggak ada yang lebih tahu pelanggan daripada si empunya product. Mereka pikir mereka nggak tahu, lebih karena mereka males duduk bareng buat diskusi atau males menggali data-data internal yang relevan untuk mengidentifikasi needs-nya pelanggan mereka.
Jadi sama dengan grup Neuro Marketing, grup ini nggak percaya validitas Market Research. Bedanya kalo Neuro Marketing setelah itu menelusuri ke otak pelanggan, McDonalds nyuruh perusahaan menggali semua data internal yang mereka punya dulu..baru setelah itu melakukan Market Research untuk menguji dan bukan sebaliknya.

Intinya buat saya, kedua hal terakhir di atas adalah penjelasan ilmiah pendapat Steve Jobs. Pendapatnya tentang Market Research sangat logis, bukan sekedar pendapat orang sukses-beruntung-setengah gila 😉.

Tapi juga jangan salah tangkap. Saya bukan nggak setuju Market Research, cuma nggak yakin sama efektivitas Market Research kalo dilakukan terlalu awal, apalagi kalo dijadikan pembenaran kemalasan untuk memahami keinginan pelanggan kita.

#BePositive

Ditulis di Balikpapan dan Jakarta.
Andi.

Advertisements

2 thoughts on “Ke (tidak) akuratan Market Research

  1. setujuuu… karena menurut saya pribadi research cocoknya utk ranah service (service research, ada gak yah?), makanya konsep blusukan (baca research) menjadi salah satu acuan utk mencari kebutuhan (baca service) yg dibutuhkan oleh masyarakat, kenapa? karena jika kita ditanya tentang kebutuhan (service) kita cenderung utk jujur, karena secara basic kita butuh.

    sedangkan utk ranah market, metodologi research saya sependapat dg McDonalds, gak efektif research diterapkan utk konsep marketing, mengapa? karena seringnya kita (baca pelanggan) tdk begitu paham akan keinginan kita sendiri terkait kebutuhan secara market (produk baru, bentuk, konsep, tarif, akses), kita mulai akan terstimulus untuk berkomentar ketika ada sesuatu yg mencekoki kita (teknologi baru) dan itupun berupa kritisi akan produk & ujung2nya ke penyempurnaan produk & service juga endingnya.

    market research, kalopun bisa dikatakan efektif apabila perusahaan sdh mempunyai prototype produk, kemudian digelontorkan ke pelanggan utk mencari masukan guna penyempurnaan prototype tsb, jadi market research bukan utk menciptakan produk baru (Steve Jobs emang genius).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s