Akar sukses Samsung : ngelepas macan keluar kandang

Banyak yang tebak-tebakan..kenapa Samsung bisa jadi salah satu perusahaan paling terkemuka di dunia. Beberapa nebak karena kuat di Research. Tapi semua perusahaan top juga punya unit Research bagus. Jadi ?
Ternyata kuncinya ada di sebuah keputusan nekad yang dibuat sekitar 20 tahun yang lalu : ‘membuang’ karyawan terbaik mereka ke seluruh belahan dunia.

Di awal tahun 90-an, Lee Kun-Hee, chairman Samsung yang juga anak dari founder Samsung mikir.. Samsung ini perusahaan besar tapi cuma jadi pemain lokal. Dari situ dia buat 2 keputusan besar.
Yang pertama dia sebut New Management Initiative. Dia impor orang-orang Eropa jadi eksekutif Samsung. Secara efektif ini memulai pola insentif dan karir dengan Merit-based, bukan cuma senioritas. Terus juga hal ini mengikis habis mentality Life-Time employement, karena semua eksekutif asing itu dikontrak, bukan karyawan permanen.
Yang kedua, dan ini yang kemudian banyak dibahas jadi business case di sekolah-sekolah bisnis dan juga merevolusi Samsung jadi salah satu perusahaan terbesar dunia, adalah keputusan Kun-Hee untuk mengirimkan karyawan-karyawan terbaik Samsung ke seluruh penjuru dunia.

Bisa dibayangkan betapa kontroversialnya keputusan itu saat itu. Orang-orang Korea yang nggak pernah pergi keluar Korea, tampangnya tipikal Asia Timur dan cuma ngomong bahasa Korea disuruh pergi 15 bulan ke negara-negara antah berantah. Bos-bos orang-orang itu pusing lah ditinggal orang-orang terbaiknya. HRD-nya Samsung juga bingung, karena tugas orang-orang itu bukan “bekerja” seperti biasa, asli mereka cuma disuruh mengamati dinamika negara yang dikunjunginya. Gimana juga kalo entar orang-orang itu dibajak perusahaan lain disana dan nggak balik lagi ?
Tapi Kun-Hee tetap ngotot..dan karena posisi dia yang chairman sekaligus anak founder-nya, pada akhirnya ngalah-lah pasukannya 🙂

Singkat cerita, selama 20 tahun ini sudah ada 4000 lebih karyawan Samsung yang diikutkan program ini. Mereka dibekali 3 bulan program persiapan terkait budaya dan bahasa kemudian dikirim 15 bulan. Awalnya banyak yang dikirim ke Eropa dan Amerika, tapi gelombang berikutnya banyak yang dikirim ke negara-negara berkembang. Sekali lagi, tugas mereka bukan ‘kerja biasa’ ya.. Tugas utamanya adalah membaur dan memahami budaya lokal, ikut pesta, bergaul sama masyarakat setempat dsb.

Yang dikirim ke Rusia, contohnya, jadi tahu gimana cara ‘nyogok’ yang efektif 🙂
Yang dikirim ke Indonesia jadi tahu juga salah satu masalah terbesar buat bisnis barang elektronik Samsung : banyaknya jasa service nggak resmi. Si anak yang ngirim report ini menyarankan agar Samsung mempersiapkan mekanisme dan modul service yang mudah dan terjamin sehingga nggak merugikan konsumen karena barangnya malah jadi tambah rusak karena service-service nggak resmi itu.
Bayangkan, kalo cuma ngeliat dari jauh tanpa menyelami kultur lokal, fakta-fakta seperti ini nggak akan pernah terangkat..
Awalnya bos-bos pada menolak ngirim anak buahnya, sekarang mereka malah berlomba-lomba mengajukan orang terbaiknya untuk dikirim di program bergengsi ini.

Jadi sekarang kita tahu rahasianya 🙂

#ActCreative

Ditulis di Manila dan Bandung.
Andi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s