Sembilan hal yang dilakukan orang sukses

Banyak yang berfikir salah satu penentu kesuksesan orang itu adalah karena bakat dan kemampuan (bisa ilmu atau pengalaman) yang sudah dimilikinya. Kalo menurut pengamatan Motivational Psychologist kayak Heidi Grant Halvorson sih ternyata nggak sepenuhnya betul. Argumen dia gampang aja..sehebat-hebatnya orang, begitu ditanya kunci kesuksesannya (atau kegagalan), biasanya jawabannya nggak memuaskan 🙂 Nggak gitu nyambung berarti, kan ?

Nah, terus ?

Beberapa penelitian psikologis menarik benang merah bahwa kesuksesan lebih banyak ditentukan bukan oleh faktor Siapa Dia, tapi lebih karena Apa yang Dia Lakukan. Kalo di-summary lagi, ada 9 ciri perilaku yang bisa dianggap sebagai kunci kesuksesan seseorang :

1. Punya tujuan yang spesifik.

Jadi kalo punya tujuan itu harus se-spesifik mungkin. Nggak cukup misalnya : “ngurangin berat badan”..harus jelas ukurannya, misalnya : “ngurangin berat badan 5 kilo dalam satu bulan”.

Salah satu tips untuk menetapkan tujuan dan memperkuat komitmen pencapaiannya adalah strategi yang namanya Mental Contrasting. Caranya kurang lebih begini : bayangkan senyata dan sedetail mungkin perasaan kita pada saat tujuan kita tercapai, misalnya kita pingin turun berat badan 3 kilo..berarti ada celana bagus lama yang bisa muat lagi, lebih pede nge-date bareng istri dsb 🙂 Tapi jangan lupa juga bayangkan tantangan yang mungkin ada juga sedetail mungkin..misalnya : harus meluangkan waktu sejam, 3  hari dalam seminggu untuk olahraga. Jadi teknik Mental Contrasting ini akan membantu kita menurunkan keinginan dalam kenyataan dan kejelasan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkannya.

2. Konsisten mengeksekusi hal-hal yang memang seharusnya dilakukan.

Teknik sederhana tapi ampuh untuk hal ini adalah If-Then Planning. Jadi If X terjadi Then saya akan melakukan Y. Contoh konkritnya deh.. If jam 5 pagi hari Selasa, Kamis dan Sabtu Then saya harus lari pagi. Terdengar kayak bahasa pemrograman 🙂 Tapi ternyata otak kita lebih mudah mendeteksi dengan cara begini, sehingga efektivitas impact-nya jadi tinggi.

3. Tahu persis seberapa jauh jarak dari posisi sekarang ke tujuan yang dikejar.

Kuncinya dua hal. Yang pertama adalah mengukur progress pencapaian dengan jujur dan teratur. Yang kedua tips-nya : ukur dari posisi sekarang ke depan (to-go thinking) bukan dari awal ke sekarang (to-date thinking). Akan lebih memotivasi kita kalo kita melihat tujuan kita tinggal 2 km lagi dari sekarang dibanding kita bilang kita baru jalan 2 km sampai sekarang 🙂

4. Jadi seorang yang Realistic-Optimist.

Punya optimisme dan semangat tinggi akan sangat membantu mendorong kita meraih tujuan. Namun jangan lupa juga untuk merencanakan kesuksesannya : buat plan, set up milestones dan strategi.. nggak cuma semangat membara kemudian menyerahkan diri kepada nasib. Itu bedanya orang yang Realistic-Optimist dengan yang Unrealistic-Optimist.

5. Fokus untuk berkembang menjadi lebih baik bukan sekedar menjadi baik.

Percaya terhadap kemampuan yang kita miliki itu penting. Cuma jangan lupa juga untuk percaya kalo kemampuannya belum dipunyai, lha mari dicari 🙂 Pada dasarnya semua kemampuan itu bisa dipelajari. Jadi dengan sikap mental mengembangkan diri, kita nggak cuma harus fokus membuktikan diri tapi juga aktif mengembangkan dan mencari hal dan keterampilan baru agar kita bisa mengoptimalkan seluruh potensi yang kita punya.

Tips-nya ? Kata Halvorson simple dan mengejutkan : mengijinkan diri sendiri untuk berbuat kesalahan. Pada prakteknya, aneh tapi nyata, kesalahan malah semakin jarang terjadi kalo kita mengijinkan diri sendiri melakukannya..dibandingkan menuntut diri sendiri untuk sempurna yang ujung-ujungnya malah rentan salah.

6. Konsisten untuk meraih tujuan jangka panjang (sekalipun menghadapi berbagai masalah).

Orang yang konsisten, dalam bidang apapun, sebenernya keliatan dan nggak susah ketebak bahwa suksesnya tinggal nunggu waktu. Ujian terbesar dan pembeda orang konsisten dengan orang biasa terlihat ketika menghadapi masalah : gampang nyerah atau nggak. Atau lihat aja ciri lainnya : kalo menghadapi masalah, orang yang konsisten lebih banyak mengevaluasi dari hal-hal yang terkontrol diperbaiki, nggak banyak nembakin orang lain atau mengkambing-hitamkan hal-hal yang di luar kendali.

7. Bangun kekuatan niat.

Kekuatan niat itu mirip sama otot : Akan melemah kalo nggak cukup latihan dan adakalanya butuh istirahat. Kalo kita punya tujuan besar yang butuh perubahan besar coba tes dengan melakukan hal-hal yang sebenernya nggak kita mau. Misalnya pake if-then : Kalo lagi pengen ngemil, saya akan makan buah dua biji. Coba dites 🙂

Selain itu ‘istirahat’ juga penting..kalo lagi ‘cape’ cari cara untuk menstimulasi semangat supaya bisa balik lagi : denger lagu favorit, nelepon keluarga atau sahabat atau bisa juga ingat-ingat lagi nikmat kesuksesan masa lalu 🙂

8. Konsisten dengan objektif awal, jangan berlebihan.

Ini nih..kadang-kadang kalo kita lagi seneng banget dengan sesuatu, kenceng banget di awal..baru satu milestone yang tercapai dengan memuaskan udah keburu nafsu over pede naikkin target akhir. Suka lupa bahwa ada batasan-batasan di tengah jalan. Ibaratnya kalo ada ‘kue’ yang nggak pingin dimakan, lebih gampang nggak usah nyoba-nyoba makan daripada nyobain, ngerasa enak terus distop. Susah nyetop sesuatu yang udah mulai jadi kebiasaan.

9. Fokus dengan apa yang akan dilakukan, bukan dengan apa yang tidak akan dilakukan.

Inget White Bear experiment ? Semakin kita melarang-larang diri kita memikirkan atau melakukan sesuatu, justru semakin kuat penasarannya. Jadi mending fokus ke apa yang akan kita lakukan. Balik lagi ke contoh if-then, misalnya : Kalo saya pingin marah, saya akan narik nafas dalam tiga kali. Jadi bukan fokus di ngelarang-larang marahnya, tapi lebih kalo pingin marah terus mau ngapain ?

Selamat belajar dan berlatih untuk meraih sukses 🙂

#BePositive

Ditulis di Medan dan Banda Aceh,

Andi.

Advertisements

3 thoughts on “Sembilan hal yang dilakukan orang sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s