Kunci sukses : passion, competence dan lahir di saat yang tepat dalam sejarah

Gara-gara baca biografi-nya Steve Jobs yang ditulis Walter Isaacson, jadi inget buat ngelanjutin nulis ini. Tulisan yang udah kelamaan nongkrong di draft folder-nya WordPress, baru jadi dua kalimat gak maju-maju 🙂

Sesuai judul, ada fenomena menarik yang bagus untuk jadi refleksi hidup dan #BePositive. Idenya saya ambil dari bagian awal buku Outliers-nya Malcolm Gladwell.
Ada dua cerita yang mencoba memberikan penjelasan logis bahwa kadang kesuksesan itu bukan cuma urusan passion dan kompetensi semata. Tidak jarang seseorang butuh ‘keberuntungan’, lahir di saat yang tepat 🙂
Yang satu pelajaran dari atlet Hoki Es di Kanada. Yang kedua mengamati orang-orang terkaya di dunia dari gelombang pertama miliarder bisnis komputer (ehm..atau tepatnya programming atau software ya. Whatever 🙂 )

Cerita pertama.
Tau kan olahraga Hoki Es ? 6 lawan 6 di dalam Ice Rink. Pakaiannya full protection karena olahraganya cepat, penuh benturan dan aksi. Salah satu olahraga terpopuler di kawasan Amerika Utara dan Eropa Utara.

Singkat cerita ada fakta menarik. Sebagian besar atlet profesional Hoki Es di Kanada adalah orang-orang yang lahir bulan Januari-Maret. Timbul pertanyaan.. Apa prestasi Hoki Es terkait horoskop ? Jodohnya orang-orang Capricorn, Aquarius dan Pisces ?
Ternyata jawabannya nggak serumit itu. Semua berakar dari keterbatasan tempat latihan Hoki Es dan mekanisme penyaringan usia mudanya.

Nggak seperti basket atau sepakbola yang bisa latihan di lapangan ataupun jalanan, Hoki Es butuh Ice Rink buat tempat bertanding maupun latihan. Akibatnya karena kapasitas yang terbatas, proses seleksinya sangat ketat. Dan ini bergulung lebih jauh lagi… proses seleksi dan prestasi di usia muda akan sangat menentukan kapasitas waktu latihan seorang atlet muda dan seterusnya akan jadi faktor yang sangat berperan untuk prestasinya di kemudian hari.
Naah di sini kunci berikutnya..

Aturan proses seleksi di klub-klub Hoki Es untuk penyaringan bakat muda di Kanada adalah memiliki cut off usia seleksi kelahiran tanggal 1 Januari.
Maksudnya dan contohnya gini, pendaftaran dibuka untuk anak yang telah berusia 10 tahun pada tanggal 1 Januari tahun itu.
Bayangkan ada 2 orang anak yang daftar, si A kelahiran 2 Januari sedangkan si B kelahiran 31 Desember.
Pada prakteknya pada tanggal 1 Januari si A berumur 10 tahun 364 hari (11 tahun kurang sehari) sedang si B berusia 10 tahun 1 hari. Untuk ukuran anak seumur itu, beda setahun sangat berpengaruh baik dari sisi fisik maupun kematangan emosional. Akibatnya anak-anak seumuran si A umumnya akan terlihat lebih unggul di lapangan dibanding anak-anak seusia B.
Karena di seleksi usia dini A terlihat lebih unggul, dia akan dapat kesempatan latihan dan bertanding lebih. Ini jadi bekal penting buat seleksi kelas 11 tahun, 12 tahun dan seterusnya sampe level profesional.
Hehehe..jadi jawaban astrologi bintang bener juga sih, tapi nggak perlu penjelasan kosmis dan perilaku pergerakan bintang untuk menjelaskannya 🙂

OK sekarang cerita kedua..
Di awal tahun 60-an, yang namanya programming pada prakteknya adalah membuat ‘punch card’ yang diberikan kepada operator untuk di-run di komputer.
Seorang programmer akan melakukan coding, nyetak di punch card, diantrikan kartunya, di-run oleh operator, kalau ada bug berarti semua proses tadi diulangi dan seterusnya.
Bisa dibayangkan, operasional komputer saat itu membuat suksesnya programming komputer lebih ditentukan oleh kesabaran, bukan kecanggihan pembuatan programnya !

Revolusi pertama dunia komputer saat itu adalah ditemukannya ‘time-sharing terminal’ di pertengahan tahun 60-an. Time-sharing terminal memungkinkan proses eksekusi program secara bersamaan. Teknologi ini memungkinkan seorang programmer langsung mereview eksekusi programnya. Tanpa antrian, tanpa punch card, tanpa operator, tanpa menunggu.
Di akhir 60-an mulailah tumbuh bisnis-bisnis pembuatan mainframe buat kepentingan perusahaan-perusahaan. Leader bisnis ini pastinya IBM.

Di sisi lain, mulai ada beberapa sekolah dan universitas yang punya ‘time-sharing terminal’ di lab maupun kampusnya.
Masih sangat jarang memang, harga satu unit komputer masih terlalu mahal…tapi itu sudah cukup membuka celah kepada beberapa remaja maniak komputer, hacker-hacker yang beruntung mendapatkan akses untuk bereksperimen dan mengasah skill mereka setiap hari.

Akhirnya datanglah revolusi kedua..
Majalah Popular Electronic di bulan Januari 1975 meliput cover story Altair 8800. Komputer seharga $397 yang bisa dirakit di rumah. Ini menjadi pintu untuk air bah bisnis komputer personal yang, akhirnya kita tahu, mengubah peradaban manusia untuk selamanya..dan jadi fundamen kerajaan-kerajaan bisnis terkaya bidang komputer dan IT untuk beberapa dekade setelahnya.

Pertanyaannya..siapa yang paling berkesempatan ada di puncak air bah bisnis yang dibuka tahun 1975 itu ?

Orang yang passionate sama elektronik dan komputer pasti ada banyak. Cuma siapa yang paling kompeten dan ada di garis depannya ? Pastinya orang-orang yang cukup maniak dan beruntung punya akses sangat langka untuk bereksperimen mulai dari akhir 60-an sampai dapat momentum berikutnya di tahun 1975.

Ada faktor lain..usia.
Bayangkan kalo seseorang lahir tahun 1940-an atau awal 1950-an. Walaupun dia jago, kemungkinan besar mengingat usianya yang sekitar akhir 20-an atau 30-an di tahun 1975, dia sudah kerja di perusahaan seperti IBM, sudah punya anak, istri dan rumah. Hidupnya sudah mapan. Kemungkinan sangat kecil dia mau mengorbankan kemapanannya untuk ngambil resiko bisnis komputer murah 300 dollar-an.
Atau kalo dia lahir akhir 50-an atau tahun 60-an ? Di tahun 1975 mereka masih jadi ABG. Masih banyak galau dan alay. Masih jauh buat mikir bisnis secara serius.
Jadi momentum tahun 1975 akan jadi milik beberapa orang beruntung yang usianya di awal 20-an saat itu. Sudah cukup matang kompetensinya, tapi belum cukup mapan. Masih berani mengambil resiko dan punya idealisme tinggi 🙂

Mau tau siapa aja orang yang : punya passion luar biasa tentang komputer, dapat kesempatan langka jadi hacker di akhir 60-an awal 70-an (coba baca biografi mereka 🙂 ) dan beruntung berusia awal 20 tahun di 1975 ?
Here we go…orang plus hari lahirnya 🙂

Paul Allen. Founder Microsoft. 21 Januari 1953.
Steve Ballmer. Boss operasionalnya Microsoft. 24 Maret 1956.
Eric Schmidt. Boss-nya Novell sebelum jadi CEO-nya Google. 27 April 1955.
Bill Joy. Founder Sun Microsystem. 8 November 1954.
Scott McNealy. Founder Sun Microsystem. 13 November 1954.

And the best among all ?

Bill Gates. 28 Oktober 1955.
Steve Jobs. 24 Februari 1955.

Begitulah..
Moral of the story : Jangan berhenti usaha maksimal, kita nggak pernah tau… jangan-jangan kita ini sebenarnya orang-orang beruntung dalam sejarah di masa depan 🙂
#BePositive

Ditulis di atas pesawat Jakarta-Semarang dan di Semarang.
Andi.

Advertisements

8 thoughts on “Kunci sukses : passion, competence dan lahir di saat yang tepat dalam sejarah

  1. saya suka ini pak andi,
    ” Sudah cukup matang kompetensinya, tapi belum cukup mapan. Masih berani mengambil resiko dan punya idealisme tinggi 🙂 ”
    kayak2nya ini usia saya.. hehe .. tapi ya tetep “We’ll never now until then 🙂
    Tugas utama kita memang berusaha sebaik mungkin..nanti jalannya dibukain sama Yang Maha Kuasa..”

    shocking nih artikelnya pak, andi thanks dan salam kenal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s